Daily updates all about Indonesian lifestyle

Keracunan Dan Penanganannya

Keracunan Dan Penanganannya

Keracunan adalah masuknya suatu zat dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Keracunan juga bisa dikatakan sebagai reaksi kimia yang merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Namun keracunan harus dibedakan dengan reaksi obat.

Keracunan pada manusia dapat terjadi karena beberapa hal yaitu: Sengaja, dilakukan karena ingin bunuh diri. Tidak sengaja, keracunan terjadi karena pencemaran, salah minum, keracunan makanan dan keracunan udara seperti polusi atau gas beracun.

Racun bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui mulut/alat pencernaan, pernapasan, kontak atau penyerapan (kulit, suntikan / gigitan).


  • Semua zat berpotensi menyebabkan keracunan, tergantung dosis & caranya.
1. Keracunan melalui mulut
  • Mual, muntah.
  • Nyeri perut.
  • Diare.
  • Napas/mulut berbau.
  • Suara parau, nyeri di saluran cerna (mulut dan kerongkongan).
  • Luka bakar pada daerah mulut atau sisa racun di daerah mulut
  • Produksi liur berlebihan, mulut menjadi seperti berbusa

2. Keracunan melalui pernapasan

  • Gangguan pernapasan dan sesak napas.
  • Kulit sianosis (kebiruan)
  • Napas berbau.
  • Batuk, suara parau

3. Keracunan melalui kulit
  • Reaksi kulit : daerah kontak berwarna kemerahan, nyeri, melepuh dan meluas.
  • Syok anafilaktik

Penanganan Keracunan

1. Jika Keracunan melalui mulut
  • Jika racun tertelan, encerkan racun tsb, plus halangi penyerapan menggunakan air biasa, susu atau telur mentah, norit 2 sdt dalam 1 gelas air ( roti dibakar), teh pekat, antasida (promag).
  • Kosongkan lambung untuk memutahkan jika kurang dari 4 jam dengan merangsang tenggorokan dengan jari.


2. Jika racun melalui kulit/ mata.
  • Lepas pakaian yang terkena.
  • Cuci & bilas dgn air mengalir

3. Jika racun melalui pernafasan.
  • Pindahkan korban ke tempat aman .
  • Beri oksigen murni .
  • Hati-hati untuk first aider.

Jangan memberikan susu pada keracunan yang diketahui mengandung fosfat, karena dapat bereaksi. Dimuntahkan, hanya efektif bila dilakukan dalam 2 jam pertama setelah keracunan.

Tidak boleh dimuntahkan pada :
  • Menelan asam/basa kuat.
  • Menelan minyak.
  • Korban kejang atau ada bakat kejang.
  • Korban tidak sadar/ada gangguan kesadaran.





share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Admin, Published at 7:15 AM and have